Skip navigation

Dua minggu ini, manajemen waktu terasa sangat berantakan sekali. Meski sudah pagi sampai kantor, pukul 9 teng, tapi pulang tetap saja pukul 9 malam. Jadi mikir, ini gara-gara apa, ya? Kalaupun ada bonus 6 halaman atau edisi khusus, sih, wajar. Tapi, minggu ini sama sekali bebas dari dua “beban” tadi, tapi kenapa waktunya seperti tidak pernah cukup?

Saya pun akhirnya mencoba melakukan analisis metode gembel alias asal-asalan.

1. Halte Pancoran Tugu yang kian padat. Biasanya halte ini tidak pernah penuh, kalaupun ada antrian, biasanya hanya dua baris dan pintu 1 kosong melompong. Dua minggu ini kondisinya seperti berputar 180 derajat. Semua pintu penuh, antrian bisa sampai lima baris, plus orang-orang yang nyelak. Setiap ada TJ datang, hanya tiga orang yang naik. Kebayang, kan, lamanya? Akhirnya beberapa hari ini, saya mencoba halte Tebet BKPN, lumayan lebih manusiawi antriannya. Meski haltenya super sempit dan sirkulasi udaranya sama sekali enggak memadai. Eh, ternyata kemarin, antriannya sama parahnya dengan halte Pancoran Tugu. Lebih parah soalnya sempit itu tadi.

Sebenarnya bisa saja, sih, saya datang ke kantor pukul 11 siang seperti yang lainnya. Tapi, ini terasa salah. Apalagi saya pengen banget temen-temen desk saya datang dan pulang tepat waktu. Bukan hanya pulangnya yang tepat waktu, hehehe.

Jadi, beberapa hari ini pula saya terlambat. Dalam artian, baru sampai di Slipi pukul 8.30. Akhirnya naik ojek demi sampai ke kantor di mana debu, panas, macet, dan polusi melakukan kontak langsung.

2. Kebiasaan merokok sepertinya menyumbang juga gagalnya manajemen waktu. Sampai di kantor, menyalakan komputer lalu pergi ke smoking room. Sebatang, lalu dua batang, bisa sampai tiga batang. Can u imagine how many minutes I’ve wasted? How many money I’ve spent for cigs? How much healthy risk I put in my life? *mendadak serius*

Sebenarnya selama ini enggak pernah mikir si rokok bisa menyebabkan waktu terbuang percuma, sih. Awalnya gara-gara Bang T di kantor eh smooking room bilang, “Aku perhatikan, kau merokok sebungkus sehari. Setiap datang, 1 batang rokok. Berarti kau bolak-balik 20 kali ke sini.” Wakwawwww. Sekalipun kesimpulan Si Abang ini tak sepenuhnya salah, dia juga ada benarnya, sih. Bener, juga, ya! Satu editan artikel, I give myself a “reward” berupa sebatang rokok.

Damn it!! Dan, gara-gara ini saya mulai berpikir untuk berhenti merokok. Serius!
Sama halnya dengan alasan bodoh kenapa saya memulai merokok yaitu, “Pengen aja..”, alasan saya berhenti (kalau jadi, ya…) lebih kepada obsesi pengen manajemen waktu yang lebih efisien.

3. Makan siang. Sebenarnya makan siang itu cuma limabelas menit, tapi ngobrolnya lamaaaaa banget. Tapi, masa ini dikurangi juga, sih? Makan siang bareng I dan K adalah hiburan satu-satunya di kantor. Apalagi sekarang saya sudah tidak main games lagi di kantor.

4. Liputan. Meski saya sebenarnya sudah tidak wajib lagi liputan, tapi saya enggak pengen duduk terus di belakang meja. Biar otak tidak tumpul juga, biar saya bisa bikin desk saya lebih oke, biar saya “segar”. Masalahnya, sehari saja liputan, naskah-naskah mandek masuknya. Udah dibilangin naskahnya masukin sendiri, tapi formatnya acak-acakan dan membuat artistik malas mengolah. Zzzzz.

Kesimpulan dari analisis gembel tadi adalah:

– Berangkat harus lebih pagi dan stop merokok di pagi hari. Lima menit merokok berarti lima baris antrian di halte.

– Sampai kantor, tidak boleh terlalu sering merokok. Kalau bisa, seharusnya memang berhenti merokok. *saat ini masih mimpi dan wacana*

– Liputan hanya di hari-hari di mana naskah-naskah sudah masuk ke woodwing. Kecuali jika memang terpaksa dan penting sekali.

– Harus bisa lari di lantai 2 setiap pukul 4.30 sebab saat ini, selain makan siang, hanya lari yang bisa membuat saya sedikit bahagia.

– Makan siang adalah privilege. Jadi tak apa lah kalau mau lebih lama.. Masa hidup tidak ada senang-senangnya :p

– Pulang setiap pukul 6 sore is a must. Screw macet, yang penting saya pulang dan datang ke kantor tepat waktu.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: