Skip navigation

Saat post ini dibuat, saya sedang terjebak macet di Semanggi. Sudah hampir 1 jam hanya bergerak beberapa centi. Kasihan kaki saya menopang berat badan ini, sudah kapalan pula di telapaknya saking terlalu lama berdiri dengan hi-heels.

Ingin, ingin sekali ditolong. Dengan dijemput ke kantor setiap pulang kantor agar kaki ini bisa beristirahat barang dua jam di perjalanan. Tapi, tak ada juga yang mengiyakan.

Saya capai Tuhan. Otak, tenaga, dan perasaan sudah diperas habis. Sekarang kaki juga menerima akibatnya. Aku sayang kakiku dan aku iri para pengendara mobil egois yang memenuhi Jakarta ini. Seandainya aku bisa naik taksi setiap hari, melewati tol yang kosong melompong, tak usah berdiri menahan keseimbangan, mungkin hatiku akan terasa lebih baik. Tapi aku ingat, terlalu ingat bahkan, uangku tak cukup jika setiap hari harus membayar argo.

Maafkan aku kakiku..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: