Skip navigation

Sebelum acara ini dimulai, sudah banyak isu negatif yang saya dengar. Bocoran-bocoran dari teman yang bekerja di televisi, temannya teman desk saya yang ikut audisi, sampai temannya istri teman saya.

Katanya, sih, sama seperti reality show di negeri ini, acara franchise Masterchef Indonesia juga dipoles dengan berbagai manipulasi agar acaranya lebih ‘menarik’.

Dua minggu, empat episode berlalu, hanya sempat menonton via timeline di Twitter. Isinya ya caci maki, sama sekali tidak ada apreasiasi. Duh, tambah penasaran ingin menonton acara ini, apalagi melihat Chef Juna yang katanya lebay dan kejam.

Hehe, kalau dipikir-pikir, yang dibenci malah bikin penasaran, ya? Untuk ini, saya acungkan satu jempol pada orang-orang di belakang layar.

Tuh, barusan Mas C lewat memberi update-an. Katanya teman-teman di timeline-nya bilang, “Ini acara ospek atau masak?” Hahaha.. Ya, saya sedang menontonnya sekarang, minggu lalu juga. Kenapa? Saya suka acara ini. Hehe..

Ya, kan, yang benci aja nonton. Yang ngabisin jatah tweet-nya buat maki-maki acara ini, juga pasti nonton. Hihi FYI, televisi tidak peduli dengan benci atau cinta, yang penting share-nya besar 🙂

Oh iya, ketika saya melihat Masterchef Indonesia di mana pesertanya bisa menangis, terkaget-kaget, panik, sampai bahagia, I don’t think that was exaggerating. Karena saya pun merasakan hal yang sama.

Sebagai orang yang super amatir dalam memasak, ehm yes I cook, tapi hanya untuk senang-senang. Kadang spesial untuk pacar, itu pun setelah saya yakin saya menguasai resep. Pernah juga masak untuk serumah bersama S dan Ac… And every cooking experience is fun yet thrilling!

Contohnya, pernah ngebayangin masak ati ampela? Ternyata enggak bisa langsung digoreng, harus diungkep dengan bumbu sampai tiris. Setelah itu goreng di minyak panas, dan dar der dor, kamu akan disambut banyak letupan minyak panas. Hasilnya? Saya nangis. Boro-boro enak, panik dan kulit perih membuat saya kapok memasaknya. Effort besar yang diakhiri kegagalan.

Pernah juga saya memasak cah kangkung. I love kangkung 😀 so I gave myself lots of chances to make what-people-said-the-easiest-food. Guess what? Saya gagal berkali-kali. Sebel, kesel, merasa bodoh (errr mungkin aja, sih). Haha..

Entahlah mungkin saya berhasil dikibuli oleh produser acara ini. Tapi, drama sinetron di dapur megah ini memang benar-benar pernah terjadi di keseharian saya. Errr, saya drama queen kali? Haha. Well, kecuali dinilai masakannya oleh chef-chef itu. Hihihi untung juri saya cuma satu, Al. Yang selalu bilang masakan saya enak meskipun itu-itu aja. Promise, I’m gonna learn how to cook arabian food for you, Al.

Eh iya, soal juri..
Okey, Juna memang terlalu lebay. I admitted it. Tapi, itu hanya settingan. Kalau dianya kalem-kalem doang, ya gak rame, dong. Hehehe lucunya, orang-orang yang ‘marah-marah’ pada Juna, secara gak langsung mempromosikan Juna dan acara ini. Ya ya ya, bad publications, good publications, are PUBLICATIONS.

Hmm, kalau Rinrin, dia baik. Kenapa? Soalnya dia bersedia memasak untuk media saya. Hehe cemen, ya, alasannya?! Biarin, u have no idea betapa kesalnya saya dengan chef-chef baru yang sombongnya minta ampun. Dan, Rinrin memasak menggunakan bahan-bahan asli Indonesia, and I respect her for that.

What about Vindex?
Well saat membuat edsus Kuliner, saya ditugasi mencari tiga chef ganteng. “Harus straight!” jelas SuperBoss. Di saat saya kebingungan, saya membuka katalog sebuah festival makanan besar di Jakarta, and there he was. Tersenyum penuh kharisma, and I tell my boss, “I think he fits all the criteria for this article.” Boss said, “But he’s old.” Me, “But he’s charming..” Hehehe..

Akhirnya, jadilah Chef Vindex masuk ke artikel tiga chef itu. Saya tidak menyesali keputusan itu karena menurut teman yang mewawancarai, Vindex is a humble man. Hihihi.. 🙂

Ah.. Panjang, ya, cerita ngalor-ngidul soal reality show ini. Well, whatever my timeline said, I like this show dan akan menontonnya sampai selesai 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: