Skip navigation

Hari ini, rasanya campur aduk.

Antara mengikuti pelatihan yang mana saya tak seharusnya mengikuti namun entah kenapa saya yang dipilih dan akhirnya menjadikan saya seperti orang terbodoh di ruangan itu. Semua orang bilang ini kesempatan bagus untuk saya dan karier di kantor ini. Jujur, saya tidak pernah menginginkan menjadi siapapun di ruangan besar yang kaku itu. Ya, mereka adalah petinggi-petinggi perusahaan ini. Sudah tidak tersisa lagi ambisi di kantor ini. Bukan karena saya merasa mapan, ada alasan lain, tapi tidak etis mengungkapkannya di sini. Hehehe… Well, that’s the low part of this week.

The good part, the peak of this week adalah Al datang ke rumah.
Untuk pertama kalinya, selama lima tahun berpacaran, akhirnya dia datang.
Ini sesuai dengan keinginan saya, kalau datang ya tujuannya untuk melamar.
Dan datanglah pria Aries itu dengan polo shirt merah muda dan celana katun warna krem.
Saya duduk di sebelahnya, sementara orangtua saya duduk di depan kami.

Sedari awal, saya sudah mewanti-wanti. Keluarga saya adalah keluarga yang kaku namun sangat straight to the point. Dan, benar saya. Si Pacar dibuat grogi oleh kekakuan sekaligus kelugasan Ibu saya. Ya, Ibu yang lebih banyak berbicara (seperti yang sudah saya duga) dan pacar dibuat mati kutu dengan segala “sarannya”. Hahaha jujur, saya juga kesal, tapi mau bagaimana lagi.

Ya, langkah-langkah yang dituju masih panjang dan berbelit-belit. Inginnya sih langsung hajar, tapi.. mana mungkin.

Well, wish me luck!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: