Skip navigation

Bagi saya, mencari teman itu susu pabeulit alias sulit.
Dulu, saya (merasa) punya teman baik, ternyata bukan.
Yang saya pikir baik, eh ternyata enggak juga.
Yang saya pikir enggak oke, eh ternyata emang enggak oke, sih.

Pokoknya saya anti dengan kata ‘teman baik’ atau ‘bff’, sebab pada akhirnya definisi itu menyempitkan pikiran juga hati. Jadi lebih baik tingkatan yang saya pilih adalah teman.

Teman bagi saya adalah yang menerima saya apa adanya. Ya ya ya.. Saya tahu itu basi. Tapi, mau gimana lagi? Basi is sexy. Halah.

Maksud dari menerima saya apa adanya adalah dia santai ketika saya berbicara kasar, yang memang habit saya. Dia cuek ketika saya memanggil dia, “Nying”, “Nyet”, “Babi”, dan kata-kata yang bagi sebagian orang adalah ketidaksopanan.

Menerima saya yang tak punya malu berbicara hal tabu. Ya, saya adalah orang yang bisa ngomong, “Ngewe” tanpa merasa jorok atau kasar. Ngewe ya ngewe, tak lagi porno bagi saya. Yeah, count every nasty things you have in mind, I’m already numb.

Menerima saya yang grasa-grusu, serba panik, dan dipenuhi target.
Menerima saya yang serba galau dan nyaman dengan kebodohannya dalam masalah percintaan. Menerima saya yang suka ngomong sendiri. Menerima saya yang sangat random dan loncat-loncat alias tidak fokus. Menerima saya yang sensitif dan tidak percaya diri. Menerima saya yang penuh keraguan. Menerima saya yang cerewet dan hobi bitching tiada henti.

Intinya menerima sisi buruk saya.

Hari ini, saya baru tahu orang-orang yang saya percaya ternyata menjelekkan saya. Tentunya di belakang, dong. Mana berani di depan. Hehehe. Kebiasaan buruk mereka dan saya juga hehehehe..

Saya? Biasa saja karena sudah biasa. Tak lagi terkejut. Karena sudah terasa dan tertebak. Well, what can I say, people who talks with you are talking about you.

Solusinya mudah.
Mereka bukan teman saya lagi. Iya, saya pendendam. Dan, bisik-bisik di belakang itu saya jadikan bahan introspeksi.

Yang lucu, beberapa dari mereka baiiiik sekali pada saya, akhir-akhir ini. Haha. Palsu deh, ah. Memang orang yang punya dosa suka melakukan hal-hal menggelikan.

Di balik semuanya, hari ini saya merasa beruntung.
Saya masih punya teman-teman lain di luar sana. Tidak terkungkung dalam pergaulan kubikel yang sempit. Merayakan ulang tahun dua orang teman kuliah bersama teman-teman kuliah. Yeah, pada akhirnya memang hanya waktu yang bisa membuktikan sekuat apa saya dan mereka berteman. Mereka kuat berteman dengan saya, semenyebalkan apapun saya, pun sebaliknya. Semoga kuat selalu. Ada mereka, saya bahagia. Semoga mereka bahagia juga. Amiiiiin.

Oh iya, semoga mereka yang menjelekkan saya segera punya kehidupan yang lebih menarik. Nampaknya hidup mereka sungguh gengges. 🙂

Yellow roses and lily for G

D bday bash

Sekian bitching dalam postingan katro untuk malam ini.

p.s.: happy birthday @gadismarathon dan @devishanty

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: