Skip navigation

Dulu, kita sering mengalami hal-hal aneh.

Misalnya kita janji bertemu di rumahmu usai kamu pulang kerja. Jam 5 sore, aku sudah berjalan kaki dari Sekeloa sampai seberang Gasibu. 15 menit kemudian, yes I know I’m a slow walker, aku sudah siap-siap mencegat angkot orange. Caringin, menuju Cibeunying.

Susah sekali mendapatkan angkot yang kosong. Lama sekali aku berdiri di pinggir jalan. Sampai akhirnya dapat juga Si Angkot Orange itu. Aku duduk berhimpitan dengan jubelan penumpang di kursi irit memanjang.

Ada suara laki-laki, “Ade.. Ade..”
Ih, cowok iseng. Masih musim, Mas?!
Tapi, laki-laki itu terus menyapa dengan nama panggilan dari kamu untukku.
Akhirnya aku menoleh. Dan, ternyata itu kamu.

Lalu, saat kita janjian di kostan-ku.
Aku siap-siap membeli tajil untuk kita berdua.
Kamu datang.
Dan, ternyata kita sama-sama membeli tajil yang sama. Hahaha, ada 4 bungkus cendol Elizabeth. Dan, kita tertawa.

“Soulmate?”
Kamu bilang iya.

Sering sekali kita “bertubrukan” seperti itu. Sayang sekali, kita juga sering bertubrukan hingga aku terluka dan sekali hampir mati. Sayang sekali…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: