Skip navigation

Reaksi badan saya ketika saya merasa tidak nyaman adalah ingin muntah. Bukan hanya omongan, tapi literally mual, mata mau nangis, dan uweeeeeeekkkkk sebel banget pengen muntah.

Tadi sore, teman kantor yang sedang cuti hamil dan melahirkan datang ke kantor. Kantin, to be exact. Bersama suaminya. Waaaaaah, awalnya I was so excited. Soalnya cewek ini menyenangkan untuk berteman. Enggak ketemu berbulan-bulan, jadinya gitu deh. Senaaaang!

Beres cipika cipiki *and she’s smoking again now! hurray* obrolan pun berlanjut ke seputar kehamilan, proses melahirkan, dan how does it feels to have a baby.

Duh, sumpah saya senang sih. Teman saya bahagia, udah punya anak and so on. Tapi, tetap saja ngilu waktu dengar ceritanya. What else, lah, part melahirkan itu. Sudah bukan rahasia, kan, kalau proses itu menyakitkan sekali. Kalau kata orang Sunda, melahirkan itu rasanya seperempatnya mau mati (ngajurukeun teh sajurueun maot). Ibu saya, sering bercanda dengan bilang kalau dia sebenarnya udah lolos hitungan mati. Anaknya ada empat, which mean, empat sudut mati telah dicoba. Totalnya ¼ X 4 = 1 hehehehe.

Ngeri. Bergidik. Takut luar biasa. Itulah yang saya rasakan waktu G cerita mengenai dia yang diinduksi dua kali (suntiknya lewat tulang punggung bo) tapi baby-nya enggak keluar. Akhirnya caesar. Dan dua minggu setelah itu, sakitnya masih terasa. Haaaaaaduuuuuuhh mamamhh, aku takuuut!!!!

Dan saya mual. Pengen muntah. Pengen nangis. Terlebih ngebayangin betapa enggak cantiknya saya waktu hamil dan melahirkan. Pasti gendut dengan toket membengkak amit-amit. Hhhhhhh. Belum lagi, ketika membayangkan saya harus mengurus si bayi. Takut kelepasan kalau dia lagi rewel. Ih amit-amit, deh. Terus kalau dia udah gede dan nakal (sama kayak ibunya=me), saya harus gimana? Apakah semua hal akan berubah begitu punya anak?
Ah anyway, hearing her story made me think that my mom is the best, lah. Gila! Ibu ngelahirin empat anak dari vaginanya. *Omg! Gross.* Hehehhe. Mommy, I miss you =) and thank you for your countless passion in raising me. I know it’s not easy to deal with Scorpio, moreover you are a Scorpio yourself =p I love you, Ibu. Doain saya ya, bu, biar bisa kayak Ibu yang kuat melahirkan anak-anaknya. Hihihi, enggak sampai empat juga, sih =p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: