Skip navigation

Ada masanya, ketika saya bisa menangis dengan mudah untuk hal kecil. Tapi, untuk hal besar seperti ketika ada orang terdekat yang meninggal, saya dapat berdiri tegak menengadahkan kepala. Saya juga mudah sekali panik. Senggol saja dengan “masalah” yang berkaitan langsung dengan saya, kepanikan pun akan segera menyerang.

Sekarang? Susah sekali menangis apalagi panik.

Mungkin, karena saya sudah tertular dengan sifat seseorang yang sudah menjadi pacar selama tiga tahun. Orang yang paling santai sedunia. Saya yakin, kalau ada kebakaran di rumah *knock on wood*, dengan gayanya yang cuek, dia akan bilang, “Ya udah, santai aja. Apinya belum nyampe sini, kok.”

Dia, Al-Aries-27, adalah orang yang bertanggung jawab atas semua ini. It’s not that I blame him. Hehehe, of course not, Al. Malah, in some kinda strange way, saya senang karena dia mengubah saya menjadi orang yang lebih kalem menghadapi apapun. Kadang, suka sangat tidak peduli dan tidak ambil pusing.

Waktu handphone hilang. Dengan cueknya saya menelpon dia dan bilang, “Al, hape esiaku ilang.” That’s it. Tidak ada menangis apalagi panik seperti biasa. Hihihi. I’m amazed by myself. But still, I feel weird for being like that. Something wrong, my heart said.

Seperti hari ini. Saya tidak sengaja menjatuhkan tirai apartemen, tempat saya melakukan pemotretan. Sumpah, saya tidak sengaja. Saya sempat diam lama sekali dan berpikir, “I knew something bad gonna happen, dari awal pemotretan ini terlalu lancar (mengurus ini itunya).”

Ketika orang-orang berdatangan ke show unit, semua bengong dan saya merasa, “Oke! Saya harus panik! Act normal.” Dan saya panik. Berpura-pura panik, sebenarnya. Untuk apa, ya? Hahaha. Ih, jangan-jangan saya gila, tapi enggak sadar.

And sometimes, I wish I could be more fragile like I used to. Just like a few weeks ago, when I wrote “MELEDAK” at my blog. I wish I could silently cry. Hiding in a toilet didn’t help. I just blank-staring at the toilet door with motivational writing printed on it. “Okay, kamu bisa nangis, Cit. Itu bagus buat kamu. Bener, deh,” ujar hati saya.

Hasilnya?
Uhm, nothing.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: